Berikut ini merupakan kutipan pidato Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Ir. Tifatul Sembiring dalam launcing buku Falsafah Perjuangan PKS. Buku ini berisi platform kebijakan PKS sebagai upaya membangun masyarakat madani. Buku yang disusun oleh kader PKS ini patut diapresiasi sebagai sebuah karya dan visi besar generasi pembaharu muda untuk membangun negeri ini. Saya mencoba memasukkan kutipan pidato ini dalam Blog pribadi sebagai sebuah pendidikan politik bagi kita semua, bahwa untuk membawa bangsa ini bermartabat maka pemimpinnya harus memiliki visi dan platform kerja yang jelas. Dan buku ini telah membuktikannya…
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Saya sering mendapat pertanyaan, kalau PKS berkuasa bagaimana sikap kita terhadap konstitusi negara, bagaimana sikap kita terhadap pemeluk agama lain, terhadap kalangan minoritas atau masyarakat keturunan. Bagaimana sikap PKS terhadap iklim usaha, apakah PKS ini merupakan suatu partai yang business friendly.
Bagaimana attitude PKS terhadap banyak hal ditunggu. Sikap kita terhadap banyak hal terutama masalah-masalah mendasar tentang negara ini banyak ditunggu, terutama sejak PKS menang di pilgub Jawa Barat dan Sumatera Utara. Saya tidak melihat pertanyaan-pertanyaan ini ditujukan pada partai-partai lain.
Buku ini berisi Platform Kebijakan Pembangunan PKS, Falsafah Dasar Perjuangan dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Ini baru garis besar. Kalaupun banyak bertanya mengapa ini tidak detil, justru di birokrasi dan pemerintahan perlu difikirkan, bila Allah SWT mentakdirkan PKS berkuasa di negeri ini.
Jadi dari sejak awalnya yaitu Partai Keadilan, dari segi namanya itu berasal dariayat dalam Al-Qur’an, yaitu berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Keadilan itu erat kaitannya dengan Habluminallah(hubungan manusia dengan Allah). Sedangkan sejahtera merupakan tujuan dari seluruh manusia yaitu untuk mencapai hidup yang sejahterah-Hablumminannas(hubungan manusia dengan manusia).
Jadi keadilan sejahtera adalah gabungan Habluminallah dan Hablumminannas. Allah juga berfirman “Mereka akan ditimpakan kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali yang Hablumminallah dan Hablumminannas.
Nilai-nilai idiologi keadilan tersebut, kemudian kami upayakan mempelajari, mendalami dan menginternalisasikannya. Bagaimana kita melakukan idiologisasi terhadap idiologi keadilan itu, sehingga dia bisa dijadikan sebagai objektifikasi supaya implementatif nanti. Jangan sampai nilai keadilan itu hanya dalam tataran filosofi saja, tapi tataran implementatifnya seperti apa. Oleh karena itulah dibuat buku ini.
Jadi tidak ada hidden agenda di dalam PKS. Kalau ada yang bertanya “Pak Tifatul apakah PKS punya hidden agenda?” jawabnya “Hidden agendanya sudah dimunculkan di dalam buku itu”.
Inilah latar belakang sejarah berdirinya PKS yang dulu bernama Partai Keadilan, dan latar belakang pandangan-pandangan PKS terhadap berbagai hal terkait dengan penyelenggaraan negara.
Jadi, intinya sekali lagi adalah bahwa PKS sebagai partai dakwah ingin melakukan suatu Islah di negeri ini. Islah maknanya adalah reformasi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Sebab Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubah nasib diri mereka sendiri.
Dalam diskusi nanti akan dibahas visi PKS, yang kita rumuskan dalam bentuk cita-cita PKS, yaitu terciptanya masyarakat Indonesia yang madani, berperadaban, manusia yang adil, sejahtera dan bermartabat. Untuk mewujudkan cita-cita itu, PKS mempersiapkan SDM dan mencari SDM yang bersifat bersih, peduli dan profesional. Bersih berarti kesolehan secara pribadi, peduli bermakna kesolehan secara sosial dan Profesional berarti memiliki kompetensi.
Dalam falsafah perjuangan PKS tentang politik, adalah berjuang melalui ranah demokrasi. Tentu juga banyak pertanyaan orang, bagaimana warna demokrasi PKS. Saya katakan, ya, kita diwarnai oleh Islam, sebagaimana demokrasi di negara-negara lain, baik itu di Amerika atau di Jerman.
Di Amerika memang demokrasi liberal, tapi demokrasi di Amerika diwarnai oleh Judio Christian. Demokrasi di Jerman di warnai dengan sosialis, mereka menamakan diri demokrasi atau pasar sosialis. Dan biasa, demokrasi di suatu negara atau daerah diwarnai oleh budaya atau idiologi daerah setempat. Dan di Indonesia ini, karena hampir seluruh penduduknya adalah Islam, bisa saja demokrasi itu diwarnai oleh Islam.
Oleh karena itu, PKS benar bermoral Islam, namun kita tetap diwarnai oleh nilai-nilai Islam yang universal, yaitu moralitas, pluralitas, kebinekaan, taat beragama dan kita menginginkan pemeluk agama lain juga taat beragama. Karena kalau seseorang taat beragama, tentu akan ada kontrol moral dalam dirinya.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Disampaikan dalam diskusi Platform PKS di Hotel Bidakarsa Jakarta Selatan, Ahad 20 April 2008.
Joko Mulyono Said:
on Friday, April 25, 2008 at 8:01 am
Songsong Indonesia Super Power 2020
Selamatkan Dunia Islam
Kenyataan hari ini adalah impian masa lalu, dan impian masa kini akan menjadi kenyataan masa depan. Tetapi impian memerlukan sarana untuk me-realisasikannya. Kemenangan demi kemenangan PILKADA oleh calon-calon dari PKS semakin memperjelas dalam pandangan PUBLIK bahwa di Indonesia ini hanya ada 2 partai yang bekerja profesional dan rapi, yakni PKS dan Golkar. Kecuali platform asas organisasi, kedua partai ini hanya memiliki perbedaan usia para kadernya.
Kalau ditanya siapa yang siap menyongsong Indonesia Superpower 2020 maka orang yang berpandangan ke depan akan mengatakan PKS lah partai tersebut. Golkar sebagai partai nasional semi sekuler akan kehilangan spiritual untuk mendorong anak-anak muda idealis dan visioner untuk bergabung di dalamnya. Berbeda dengan PKS, partai ini memberikan ruang yang cukup luas untuk apresiasi kalangan muda yang bersih dan visioner. Dalam tubuh PKS masih terdapat ruang-ruang kosong yang bisa diisi tanpa takut terkotori sistem ORBA yang koruptif. Berbeda sekali dengan Golkar, sebagai partai warisan ORDE BARU, Golkar akan diisi oleh orang-orang tua yang mencari perlindungan dari berbagai persoalan akibat masa lalunya.
PKS telah berhasil melampaui masa kritisnya sehingga lolos di mata publik sebagai Komunitas Moderat dan memiliki kesantunan politik yang luhur. Lihatlah kasus sowannya HADE ke Agum Gumelar merupakan teladan politik yang harus ditiru oleh seluruh komponen bangsa ini. Saya sebagai orang yang beruntung kuliah di Kampus ITB melihat PKS sebagai harapan untuk men-Jayakan Indonesia sebagai Negara Super Power Baru di tahun 2020 sejajar dengan China dan Uni Eropa. Di ITB kebanyakan komunitasnya menyukai sesuatu yang World Class. ITB World Class, IA ITB World Class…smuanya world Class. Ketika browsing di internet, satu-satunya partai yang memiliki Pusat Informasi dan Pelayanan di luar negeri dan aktif adalah PKS.
PKS harus mulai bekerja untuk memenuhi kompetensi sebagai PEMIMPIN (PELAYAN RAKYAT), Leverage To Lead kalau istilah Anis Matta. Karena masyarakat kita semakin cerdas. Pemilu, Pilpress, PilGub, Pilkada adalah masalah teknis bagaimana cara menang pemilu. Calon bisa populer di banyak kalangan. Sebuah kecerdasan PKS yang akan ditiru partai-partai lain dengan menjadikan artis (Dede Yusuf) sebagai penarik massa untuk mengarahkan pilihannya ke HADE.
Leverage to Lead SUPER POWER 2020 ….
errick Said:
on Tuesday, April 29, 2008 at 2:06 pm
bukunya lumangyan pula harganya… harga 100 rb tp di bang irfan jadi 70rb
Agus Rendi Wijaya Said:
on Tuesday, April 29, 2008 at 7:56 pm
@ Joko Mulyono:
Sepakat Bung Joko, saatnya bangsa ini bangkit dari keterpurukan akibat krisis kepemimpinan. Saya menaruh harapan besar kepada partai dakwah PKS untuk membawa negeri ini menjadi guru dunia (menjadi rujukan peradaban). Mari kita songsong kebangkitan negeri ini dengan berkontribusi sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Salut buat PKS, salut buat orang-orang yang tulus mencoba memperbaiki negeri ini dengan keteladanan moralnya yang bersih, peduli, dan profesional. Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada, berjuanglah bangsaku, jalan itu masih terbentang….
@ Errick:
Saya juga belum memiliki bukunya, rencana saya ingin punya dan menggali lebih dalam isi buku itu. Saya semakin tertarik untuk membeli dan melihat lebih jauh platform perjuangan pembangunan Partai Keadilan Sejahtera setelah melihat tulisan Prof.Dr.Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) di kolom Resonansi Harian Republika, setelah diundang sebagai panelis dalam diskusi di Hotel Bidakarsa tersebut. Beliau sangat tertarik dengan konsep PKS dalam membawa harapan Indonesia kedepan, yaitu tercermin dalam visi pendirian partai: terwujudnya masyarakat madani yang adil dan sejahtera yang diridhai Alloh dalam bingkai NKRI, dan bukan bertujuan membentuk “negara Islam” (melainkan membentuk masyarakat madani), serta tawaran gagasan ‘objektivikasi Islam’ yang intinya proses transposisi konsep atau ideologi dari wilayah personal-subjektif ke ranah publikobjektif; dari ranah internal merambah ke wilayah eksternal, agar bisa diterima secara luas oleh publik. Secara subjektif, setiap Muslim berkeinginan agar syariat Islam diterapkan oleh negara. Namun, keinginan subjektif tersebut agar dapat dimenangkan di wilayah publik mesti memenuhi kriteria-kriteria tertentu seperti: kesesuaian dengan konteks dari segi ruang dan waktu; mempunyai hubungan rasional-organik; memenuhi rule of the game; memenuhi prinsip pluralitas dan kehidupan bersama (non-diskriminatif) dan; resolusi konflik agar konsep dan ide tadi memenuhi prinsip keadilan publik.
rhomiezf Said:
on Monday, November 3, 2008 at 9:44 pm
assalamu’alaykum..
antek PKS ya mas?! he.he. .
canda ding. . .!
zen Said:
on Tuesday, July 7, 2009 at 9:07 pm
namanya partai… dimana mana tetap sama. bajunya aja yang beda.