Archive for Renungan

Bangsa Kita Tak Akan Pernah Maju…!

Apa yang anda fikirkan ketika anda membaca judul dari tulisan saya kali ini?. Mungkin anda akan mengatakan ini sebuah keputusasaan dan rasa pesimis yang menghinggapi perasaan saya melihat kondisi bangsa kita saat ini. Mungkin anda juga akan berfikiran sama, jika setiap hari anda membuka lembaran surat kabar, browsing di portal berita, hingga melihat acara dan berita di televisi anda selalu disuguhi oleh berita dan acara aksi kekerasan, pembunuhan, gossip, pornoaksi dan pornografi, korupsi para pejabat, intrik-intrik politik para penguasa yang haus akan kekuasaan hingga yang takut kekuasaannya digoyahkan, sinetron dan perfilman yang lebih mengedepankan eksploitasi nafsu daripada pendidikan, belum lagi masalah kemiskinan, kriminalitas, dan masih banyak segudang masalah lain yang senantiasa menghiasi pikiran kita. Dari sini anda akan menyadari dan merasakan, bagaimana pengaruh media dalam membentuk mind set kita, menjadi bangsa yang senatiasa berfikir positif atau negatif. Saya menulis tulisan ini sebagai kritik sosial terhadap media dan kontrol pemerintah yang lemah terhadap media sehingga sadar ataupun tidak mind set kita akan terbentuk dengan apa yang kita lihat dan rasakan saat ini, yang berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat yang pesimistis, destruktif, dan berfikir pendek… … continue reading this entry.

Ayah Juga Lupa

“Ayah Juga Lupa” adalah satu dari tulisan-tulisan kecil-ditulis dengan perasaan tulus-menggugah hati begitu banyak pembaca sehingga menjadi satu tulisan cetak ulang yang disukai. Sejak munculnya pertama kali, “Ayah Juga Lupa” telah diproduksi kembali oleh penulisnya, W. Livingstone Learned, dalam ratusan majalah dan dalam koran-koran di Amerika. Artikel ini sudah dicetak ulang hampir dalam semua bahasa yang ada. Tulisan ini saya sajikan ulang, karena memang tulisan ini cukup membangkitkan rasa empatik kita dan menyentuh perasaan, serta mengajarkan bagaimana seharusnya kita memahami orang lain jauh lebih kita utamakan daripada sekedar mengritik orang lain menurut keinginan dan persepsi kita. Semoga tulisan “Ayah Juga Lupa” ini dapat membantu kita dalam meningkatkan kualitas kita dalam berkomunikasi dan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan orang lain. … continue reading this entry.

Sudahkah Kita Menjadi Hamba Yang Pandai Bersyukur?

[Kompas.com, 28 Februari 2008] Kira-kira tiga tahun, Gito Rollies harus berjalan dibantu tongkat sampai akhirnya sang rocker ini tutup usia. Kemampuan gerak rocker gaek saat menderita sakit memang terbatas. Ia didiagnosis mengidap kanker kelenjar getah bening atau limfoma… … continue reading this entry.

Sudahkah Kita Merasakan Apa Yang Mereka Rasakan?

Warto Gultom terus mengendarai becak motor di jalanan Kota Medan. Dari pekerjaan itulah uang ia dapat. Setiap hari ia menjalankan becak itu. Namun, kenaikan harga kebutuhan makin ”mengecilkan” pendapatannya itu. Harga barang kebutuhan dirasa makin mahal, sementara pendapatan tetap saja alias tak berubah. Warto dan jutaan penduduk Indonesia harus menerima nasib. Harga barang kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak, tahu, tempe, dan daging, terus membubung naik.

[Kompas,19 Maret 2008]. Hal serupa juga saya temui, ketika saya makan pagi, saya mencoba berbincang santai dengan pedagang berkaitan dengan naiknya harga barang kebutuhan pokok saat ini. Waktu itu,pedagang makanan tersebut mengatakan:”Saya bingung mas,harga barang kok hampir tiap hari naik. Kemarin saya beli bawang segini (sambil menunjukkan beberapa gelintir bawang) harganya biasanya cuman Rp.2000,- sekarang sudah Rp.4000,-. Kalau naik begini terus,gimana bisa dagang mas. Kenapa ya, kok bisa naik kayak gini?”.Begitulah pertanyaan sederhana,yang tentunya jawabannya tidaklah sederhana. Kemiskinan, kelaparan, keterbelakangan pendidikan, keroposnya aqidah, dan permasalahan sosial lain menghiasi kehidupan masyarakat bangsa kita saat ini. Namun, sudahkah kita ikut merasakan apa yang mereka rasakan?.. … continue reading this entry.