Sudahkah Kita Merasakan Apa Yang Mereka Rasakan?

Warto Gultom terus mengendarai becak motor di jalanan Kota Medan. Dari pekerjaan itulah uang ia dapat. Setiap hari ia menjalankan becak itu. Namun, kenaikan harga kebutuhan makin ”mengecilkan” pendapatannya itu. Harga barang kebutuhan dirasa makin mahal, sementara pendapatan tetap saja alias tak berubah. Warto dan jutaan penduduk Indonesia harus menerima nasib. Harga barang kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak, tahu, tempe, dan daging, terus membubung naik.

[Kompas,19 Maret 2008]. Hal serupa juga saya temui, ketika saya makan pagi, saya mencoba berbincang santai dengan pedagang berkaitan dengan naiknya harga barang kebutuhan pokok saat ini. Waktu itu,pedagang makanan tersebut mengatakan:”Saya bingung mas,harga barang kok hampir tiap hari naik. Kemarin saya beli bawang segini (sambil menunjukkan beberapa gelintir bawang) harganya biasanya cuman Rp.2000,- sekarang sudah Rp.4000,-. Kalau naik begini terus,gimana bisa dagang mas. Kenapa ya, kok bisa naik kayak gini?”.Begitulah pertanyaan sederhana,yang tentunya jawabannya tidaklah sederhana. Kemiskinan, kelaparan, keterbelakangan pendidikan, keroposnya aqidah, dan permasalahan sosial lain menghiasi kehidupan masyarakat bangsa kita saat ini. Namun, sudahkah kita ikut merasakan apa yang mereka rasakan?.. … continue reading this entry.

Sekolah di MIT atau Harvard University? Kita Pasti Bisa!

Tulisan berikut ini merupakan tulisan alumni ITB yang saya peroleh dari Mailing List. Tulisan ini semoga dapat memberikan informasi dan memberikan motivasi bagi kita semua untuk bisa melanjutkan studi di Institut/Universitas terbaik dunia, yaitu Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University. Siapapun anda, dan bagaimanapun kondisi anda saat ini, jika kita ada kemauan keras, insya Alloh kita bisa meraihnya, menimba ilmu dan pengalaman di sana… … continue reading this entry.

Pengaruh Kebijakan Pemerintah Dalam Optimalisasi Pemanfaatan Energi Panasbumi

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah memanfaatkan sumber energi panasbumi sebagai pembangkit tenaga listrik. Di dunia Indonesia menempati urutan keempat negara yang telah memiliki kapasitas terpasang power plant terbesar setelah Amerika Serikat, Philipina, dan Mexico. Namun, jika kita melihat potensi cadangan panasbumi Indonesia yang mencapai 27.000 MWe, upaya pemanfaatan sumber energi yang berkelanjutan tersebut barulah mencapai kisaran 3%. Angka tersebut merupakan angka yang kecil untuk sebuah potensi yang begitu besar. Oleh karena itulah, penerintah berusaha melakukan perencanaan, kajian, pengembangan, dan menyusun kebijakan berkaitan dengan upaya peningkatan pemanfaatan sumber energi tersebut secara bertahap dimasa yang akan datang. … continue reading this entry.

Newer entries »